Seputar Nabi dan Rosul

Pertanyaan Seputar Definisi serta Jumlah
Nabi dan Rasul
Pertanyaan:
Berapakah jumlah Nabi dan Rasul, apakah ada hadits
shohih tentang hal itu? Apakah perbedaan antara Nabi
dengan Rasul?

A. Setiap Rasul adalah Nabi, namun Tidak Sebaliknya
Para Ulama’ menjelaskan bahwa seorang Rasul
adalah pasti seorang Nabi, namun tidak
sebaliknya. Seorang Nabi belum tentu seorang
Rasul. Sehingga, jumlah Nabi lebih banyak
dibandingkan jumlah Rasul.
Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam ketika
menyatakan: “Tidak ada Nabi sepeninggalku”, hal
itu berarti bahwa tidak mungkin ada Nabi dan
Rasul sepeninggal Rasulullah Muhammad
shollallaahu ‘alaihi wasallam.
B. Perbedaan antara Nabi dengan Rasul
Terdapat beberapa definisi tentang perbedaan
Nabi dan Rasul, namun semuanya sepakat bahwa
Nabi adalah seorang laki-laki yang mendapatkan
wahyu dari Allah. Beberapa definisi perbedaan
antara Nabi dan Rasul itu di antaranya:
1. Nabi diberi wahyu berupa syariat tapi tidak
diperintahkan untuk menyampaikan kepada yang
lain, sedangkan Rasul diperintahkan untuk
menyampaikan pada yang lain (definisi ini adalah
dari Jumhur Ulama’, juga disebutkan dalam Fatwa
alLajnah adDaaimah).
2. Rasul diutus dengan membawa syariat baru
sedangkan Nabi menguatkan / melanjutkan syariat
dari Rasul sebelumnya (definisi ini dijelaskan oleh
asy-Syaukaany dan al-Aluusy).
3. Rasul diutus kepada kaum yang menentang,
sedangkan Nabi diutus kepada kaum yang sudah
tunduk dengan syariat dari Rasul sebelumnya
(pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah).
Dalil pendapat ke-3 ini adalah:
ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎ ﺍﻟﺘَّﻮْﺭَﺍﺓَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻫُﺪًﻯ ﻭَﻧُﻮﺭٌ ﻳَﺤْﻜُﻢُ ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻴُّﻮﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ
ﺃَﺳْﻠَﻤُﻮﺍ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﻫَﺎﺩُﻭﺍ ﻭَﺍﻟﺮَّﺑَّﺎﻧِﻴُّﻮﻥَ ﻭَﺍﻷَﺣْﺒَﺎﺭُ ﺑِﻤَﺎ ﺍﺳْﺘُﺤْﻔِﻈُﻮﺍ ﻣِﻦْ
ﻛِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺷُﻬَﺪَﺍﺀَ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab
Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya
(yang menerangi), yang dengan Kitab itu
diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh Nabi-
nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-
orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka,
disebabkan mereka diperintah memelihara kitab –
kitab Allah dan mereka menjadi saksi
terhadapnya….(Q.S alMaidah: 44).
C. Rasul Pertama adalah Nuh
Rasul pertama adalah Nuh ‘alaihissalam, sesuai
dengan hadits tentang syafaat pada hari kiamat,
setelah mendatangi Adam, orang-orang
mendatangi Nuh untuk meminta syafaat dengan
mengatakan:
ﻳَﺎ ﻧُﻮﺡُ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﻭَّﻝُ ﺍﻟﺮُّﺳُﻞِ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ
Wahai Nuh, engkau adalah Rasul pertama (yang
diutus) untuk penduduk bumi (H.R al-Bukhari dari
Abu Hurairah).
Dalam lafadz lain, disebutkan bahwa Nabi Adam
sendiri yang menyatakan bahwa Nuh adalah Rasul
pertama:
ﻓَﻴَﺄْﺗُﻮﻥَ ﺁﺩَﻡَ ﻓَﻴَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻳَﺎ ﺁﺩَﻡُ ﺃَﻣَﺎ ﺗَﺮَﻯ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺧَﻠَﻘَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻴَﺪِﻩِ
ﻭَﺃَﺳْﺠَﺪَ ﻟَﻚَ ﻣَﻠَﺎﺋِﻜَﺘَﻪُ ﻭَﻋَﻠَّﻤَﻚَ ﺃَﺳْﻤَﺎﺀَ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺍﺷْﻔَﻊْ ﻟَﻨَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺑِّﻨَﺎ
ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺮِﻳﺤَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻣَﻜَﺎﻧِﻨَﺎ ﻫَﺬَﺍ ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﻟَﺴْﺖُ ﻫُﻨَﺎﻙَ ﻭَﻳَﺬْﻛُﺮُ ﻟَﻬُﻢْ
ﺧَﻄِﻴﺌَﺘَﻪُ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺃَﺻَﺎﺑَﻬَﺎ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﺍﺋْﺘُﻮﺍ ﻧُﻮﺣًﺎ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺃَﻭَّﻝُ ﺭَﺳُﻮﻝٍ ﺑَﻌَﺜَﻪُ
ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻓَﻴَﺄْﺗُﻮﻥَ ﻧُﻮﺣًﺎ
Maka orang-orang mendatangi Adam dan berkata:
Wahai Adam, tidakkah engkau tahu (bagaimana
keadaan manusia). Allah telah menciptakanmu
dengan TanganNya, dan Allah (memerintahkan)
Malaikat bersujud kepadamu dan Allah
mengajarkan kepadamu nama-nama segala sesuatu.
Berilah syafaat kami kepada Rabb kami sehingga
kami bisa mendapatkan keleluasaan dari tempat
kami ini. Adam berkata: aku tidak berhak demikian,
kemudian Adam menceritakan kesalahan yang
menimpanya. (Adam berkata): akan tetapi
datanglah kepada Nuh, karena ia adalah Rasul
pertama yang Allah utus kepada penduduk bumi.
Maka orang-orang kemudian mendatangi Nuh….
(H.R alBukhari dan Muslim dari Anas bin Malik).
Ini adalah riwayat yang shohih, karena disebutkan
dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim.
Sedangkan riwayat Ibnu Hibban yang menyatakan
bahwa Adam adalah Rasul pertama adalah riwayat
yang lemah, karena di dalamnya terdapat perawi
yang bernama: Ibrahim bin Hisyam bin Yahya al-
Ghossany yang dinyatakan oleh Abu Zur’ah
sebagai pendusta, Abu Hatim tidak
menganggapnya tsiqoh, sedangkan atThobarony
menyatakan tsiqoh.
D. Jumlah Nabi dan Rasul
Berdasarkan hadits yang shohih, jumlah Nabi
adalah 124 ribu, sedangkan jumlah Rasul adalah
315 orang.
Syaikh al-Albany menjelaskan bahwa hadits yang
menunjukkan jumlah Rasul tersebut shahih li
dzaatihi (tanpa penguat dari jalur lain), sedangkan
hadits yang menunjukkan jumlah Nabi adalah
shohih li ghoirihi (masing-masing jalur memiliki
kelemahan, namun jika dipadukan menjadi
shahih).
Hadits tentang jumlah Rasul tersebut adalah:
ﻛﺎﻥ ﺁﺩﻡ ﻧﺒﻴﺎ ﻣﻜﻠﻤﺎ ، ﻛﺎﻥ ﺑﻴﻨﻪ ﻭ ﺑﻴﻦ ﻧﻮﺡ ﻋﺸﺮﺓ ﻗﺮﻭﻥ ، ﻭ
ﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﺮﺳﻞ ﺛﻼﺛﻤﺎﺋﺔ ﻭ ﺧﻤﺴﺔ ﻋﺸﺮ
Adam adalah Nabi yang diajak bicara. Antara ia
dengan Nuh terdapat 10 abad. Jumlah Rasul adalah
315 orang (H.R Abu Ja’far ar-Rozzaaz dan
selainnya, dishahihkan Syaikh al-Albany dalam
Silsilah al-Ahaadiits as-Shohiihah)
Hadits tentang jumlah Nabi diriwayatkan dari
Sahabat Abu Dzar dari 3 jalur periwayatan, yang
Syaikh al-Albany menyatakan shohih li ghoirihi.
Wallaahu a’lam bisshowaab
Sumber : http://itishom.web.id/index.php?

Posted from WordPress_mutiarasalafiyun